Berita dan Pengumuman

Sinergi Kampus dan Desa: Teknik Industri UMSURA

  • Di Publikasikan Pada: 08 May 2026
  • Oleh: Admin Teknik Industri

Hadirkan Desain Tata Letak Wisata Lembah Mbencirang yang Lebih Optimal


Program Studi Teknik Industri menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Tata Letak Fasilitas Wisata Lembah Mbencirang” yang berlokasi di Desa Kebontunggul, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Universitas Telkom Purwokerto, sekaligus sebagai implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara program studi dengan Pemerintah Desa Kebontunggul dalam upaya pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat.


Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 2 Maret sampai dengan 30 April 2026 dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai pelaksana utama. Adapun latar belakang kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan akan penataan fasilitas wisata yang lebih terstruktur, efisien, dan mampu meningkatkan kenyamanan serta pengalaman pengunjung di kawasan wisata Lembah Mbencirang. Selama ini, tata letak fasilitas yang belum optimal dinilai masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan kawasan wisata tersebut.


Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian melakukan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis, dimulai dari observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting kawasan wisata, dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dilakukan analisis kebutuhan fasilitas dengan mempertimbangkan aspek aliran pengunjung, aksesibilitas, keamanan, serta kenyamanan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, tim kemudian menyusun beberapa alternatif desain tata letak fasilitas yang selanjutnya dievaluasi untuk mendapatkan rancangan yang paling optimal.


Hasil utama dari kegiatan ini adalah tersusunnya desain tata letak fasilitas wisata Lembah Mbencirang di Desa Kebontunggul yang dirancang secara komprehensif oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Industri. Desain tersebut mencakup penataan area parkir, jalur sirkulasi pengunjung, lokasi fasilitas umum, serta pengembangan zona-zona wisata yang lebih terintegrasi. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam melakukan pengembangan kawasan wisata secara berkelanjutan.


Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pihak desa sebagai mitra, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu Teknik Industri, khususnya pada bidang perancangan tata letak fasilitas. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah berbasis potensi lokal.


Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan kawasan wisata Lembah Mbencirang dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki daya saing, sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Desa Kebontunggul dan sekitarnya.